Titik Terang Konflik YPTWT vs YPTT: Sepakat Utamakan Masa Depan Siswa SMP Bhakti & SMK Turen

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, MALANG – Kabar baik datang dari dunia pendidikan Kabupaten Malang. Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, MM, berhasil memediasi ketegangan antara dua yayasan pendidikan besar di Turen, yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT).

Melalui Rapat Koordinasi Lanjutan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (19/2/2026), kedua belah pihak akhirnya melunakkan ego dan menyepakati satu visi utama: keselamatan dan kenyamanan belajar siswa.

Bupati Sanusi yang hadir bersama jajaran Forkopimda menegaskan bahwa konflik internal yayasan tidak boleh merembet ke ruang kelas. Baginya, hak anak untuk mendapatkan ilmu adalah hukum tertinggi yang harus dijunjung.

“Tentunya dengan adanya konflik ini, harapannya anak-anak jangan sampai ikut terseret. Mereka harus benar-benar konsentrasi menjalani proses belajar mengajar dengan aman dan tenteram,” tegas Sanusi dengan nada optimis.

Hasil dari pertemuan maraton ini memastikan bahwa proses pendidikan di SMP Bhakti dan SMK Turen akan tetap berjalan normal tanpa gangguan dari dinamika konflik yayasan.

DPRD Kabupaten Malang Pastikan Netralitas
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadji, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan legislatif bukan untuk mengintervensi urusan internal yayasan, melainkan sebagai “penjaga gawang” bagi masa depan para siswa.

“Yang jelas kami hadir untuk memastikan agar bagaimana proses belajar di sana dapat berjalan dengan baik dan kondusif,” tutup Darmadji.

Adapun Poin Penting Kesepakatan, yaknu Kedua yayasan sepakat menjaga suasana kondusif, Siswa bebas dari tekanan konflik operasional yayasan, dan Jaminan Pendidikan, dimana Forkopimda akan terus memantau jalannya kegiatan belajar mengajar agar tetap sesuai standar pendidikan.

Langkah cepat Bupati Malang ini menjadi angin segar bagi para wali murid yang sempat merasa khawatir akan nasib pendidikan anak-anak mereka.

You may also like