Setahun Hidup dalam Gelap, Senyum Keluarga Zainal Kembali Terang di Tangan Kapolres Sinjai

by Editor Muh. Asdar
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Siang itu, Sabtu (14/2/2026), jarum jam menunjukkan pukul 13.00 Wita. Di tengah teriknya matahari Kabupaten Sinjai, sebuah mobil dinas kepolisian meluncur membelah jalanan menuju Kelurahan Lappa. Di dalamnya, duduk Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.IK., MH.

Bukan sedang mengejar pelaku kriminal, perwira menengah ini sedang menjalankan misi yang jauh lebih personal, yakni menjemput harapan yang sempat padam di sebuah rumah di Jalan Nener.

Kunjungan ini bermula dari laporan cepat Relawan Abu Darda Sinjai. Laporan itu bukan soal gangguan kamtibmas, melainkan soal potret pilu sebuah keluarga prasejahtera. Tanpa menunggu lama, AKBP Jamal langsung bergerak.

Di sebuah rumah yang tampak kokoh dari luar namun menyimpan kepiluan di dalam, hiduplah Zainal (41). Sejak berpisah dengan istrinya, pria yang sehari-hari membanting tulang sebagai buruh di TPI Lappa ini harus menjadi “ayah sekaligus ibu” bagi empat anaknya yang masih kecil.

Pemandangan di dalam rumah sungguh kontras. Tak ada tempat tidur layak, pakaian anak-anaknya lusuh, dan yang paling menyesakkan, kegelapan. Sudah setahun lamanya, rumah itu tak dialiri listrik karena instalasi yang rusak.

Melihat kondisi tersebut, AKBP Jamal tidak sekadar datang untuk berfoto atau berbasa-basi. Ia langsung menunjukkan aksi nyata yang melampaui tugas administratifnya, Ia langsung menghubungi pihak PLN untuk memperbaiki instalasi listrik saat itu juga. Tak hanya itu, dari kantong pribadinya, ia mengisi voucher listrik agar malam ini anak-anak Zainal tak lagi tidur dalam gelap.

Tidak sampai distu, Perhatiannya juga tertuju pada si bungsu yang berusia lima tahun. Mengetahui sang anak menyandang bibir sumbing, Kapolres segera berkoordinasi untuk mengupayakan tindakan medis atau operasi.

Dalam suasana penuh hangat itu, Paket sembako, peralatan dapur, hingga bantuan uang tunai diserahkan untuk memastikan dapur Zainal tetap mengepul.

“Kunjungan ini kita lakukan untuk mengecek langsung kondisi warga kita. Kita ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi sebagai pelindung dan pengayom yang punya hati,” ujar AKBP Jamal Fathur Rakhman dengan nada rendah namun tegas.

Langkah AKBP Jamal ini menjadi potret nyata dari komitmen Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) namun tetap mengedepankan sisi humanis.

Bagi Zainal, kehadiran Kapolres bukan sekadar bantuan materi, melainkan suntikan semangat bahwa ia tidak berjuang sendirian di tengah keterbatasan.

Kini, di Jalan Nener, lampu tidak hanya kembali menyala di atap rumah Zainal, tapi juga di wajah keempat anaknya yang mulai berani bermimpi lagi. (*/red)

You may also like