Telan Anggaran Rp 980 Juta, Konser Amal Puncak Hari Jadi Pemalang Tuai Sorotan

by Editor Muh. Asdar
0 comments

PEMALANG,BB – Perhelatan konser musik yang bertajuk konser amal puncak perayaan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang menelan anggaran Rp 980 juta menuai kritik.

Anggaran tersebut dinilai pemborosan dan tidak mencerminkan kepekaan sosial ditengah kondisi masyarakat Kabupaten Pemalang yang saat ini masih berjuang melakukan pemulihan pasca bencana.

“Pejabat Pemkab Pemalang tidak memiliki Sense of Crisis artinya kepekaan atau rasa kepedulian yang tajam terhadap situasi darurat dengan kondisi masyarakat yang lagi terkena bencana,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pemalang, Budi Rahardjo, Minggu (1/2/2026).

Mantan Sekda Pemalang 8 tahun itu, sebelumnya sudah mengingatkan agar perhelatan konser musik tersebut dihentikan atau ditiadakan. Mengingat kondisi masyarakat di Pemalang Selatan dan Utara masih terdampak musibah bencana.

“Saya sudah pernah usul agar konser musik itu dibatalkan tapi katanya konser musik diubah menjadi konser amal,” ungkapnya.

“Kalo biaya konser amal saja telan anggaran Rp 980 juta terus donasi diperoleh dari penonton konser yang diperoleh apakah lebih banyak atau setidaknya sebanding,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Bakesbangpol) Pemalang, Joko Ngatmo memberikan penjelasan terkait besaran alokasi anggaran konser musik tersebut.

“Untuk alokasi anggaran konser amal itu diperkirakan kurang dari Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Salah satu poin krusial yang diklarifikasi Joko adalah besaran donasi penonton dari konser amal tersebut.

“Besok kita akan buka ke publik jumlah donasi yang masuk, ini kita masih koordinasi dengan BPBD,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Konser amal Hari Jadi ke-451 di Alun-Alun Pemalang pada Sabtu (31/1/2026) malam pun terpaksa dibubarkan. Hal tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang. Genangan air setinggi 50 cm itu membuat aktivitas warga lumpuh.

Banjir merendam sejumlah ruas jalan protokol, di antaranya kawasan Simpang City Walk Pemalang di sekitar kantor Pegadaian, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman. Ketinggian air yang mencapai setengah meter membuat arus lalu lintas tersendat total.

Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451. Panitia terpaksa menghentikan Konser Amal yang tengah berlangsung di Alun-Alun Pemalang demi keselamatan pengunjung dan pengisi acara.

Padahal, konser tersebut menghadirkan sejumlah artis dan grup band ibu kota. Ironisnya, hasil donasi dari konser ini sedianya akan disalurkan untuk korban bencana banjir dan longsor, termasuk korban banjir bandang Pulosari. (*)

You may also like