Proyek Irigasi di Desa Awo Mangkrak, Pasokan Air Sawah Terancam

by Ardin
0 comments

Beritabersatu.com, Bone — Proyek irigasi yang berlokasi di Dusun Kampubbu dan Dusun Awo, Desa Awo, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, menjadi sorotan. Proyek tersebut diduga belum berjalan optimal dan berpotensi merugikan petani sawah di wilayah setempat karena belum berfungsinya saluran air secara maksimal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, A.M. Amir Halide, yang melakukan pemantauan langsung di lapangan dalam rangka penyusunan laporan harian wilayah kerja.

Menurut Amir, saat turun langsung ke lokasi proyek, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan yang patut menjadi perhatian. Salah satunya adalah tidak ditemukannya papan informasi proyek sebagaimana mestinya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran negara.

“Kita turun ke lapangan dan menemukan keganjilan-keganjilan, antara lain papan proyek tidak ditemukan. Selain itu, hasil penggalian saluran irigasi juga tidak seragam, ada yang dangkal dan ada yang dalam,” ujar A.M. Amir Halide kepada wartawan. Rabu (13/1/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat ratusan meter saluran irigasi yang belum dikerjakan. Berdasarkan informasi yang diterimanya di lapangan, pekerjaan tersebut terhenti dengan alasan material belum dibayarkan.

“Beberapa ratus meter tidak dikerja dengan alasan material belum dibayar. Kondisi ini tentu merugikan petani, sebab tidak ada saluran air yang masuk ke sawah,” lanjutnya.

Akibat belum rampungnya saluran irigasi tersebut, para petani dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan mereka, terutama pada masa tanam.

Hal tersebut ditanggapi oleh Ketua Persatuan Anak Petani Kabupaten Bone, Usman S.Pd, MH,.

Menurutnya, merespon temuan Penyuluh Pertanian terkait proyek irigasi di Dusun Kampubbu dan Dusun Awo Kecamatan Cina itu sangat penting.

“Temuan Penyuluh harus direspon, Anak Petani minta DPRD cek lokasi,”

“Anggota Dewan yang terhormat harus cek lokasi, kalau ada yang berpotensi merugikan negara harus diperbaiki, kalau perlu bawa ke ranah hukum,” kata Usman.

Masalah petani adalah hal yang harus menjadi prioritas, selain ingin mewujudkan swasembada pangan juga berkaitan dengan kesehatan petani.

“Jika irigasi tidak dikerja dengan baik yang rugi adalah negara dan berpotensi menghambat kesehatan petani,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai temuan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Laporan : Suparman Warium

You may also like