Jalan Trans Sulawesi Lumpuh, Mahasiswa Desak Pemekaran Provinsi Luwu Raya

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya pada ruas Palopo–Masamba, mengalami kemacetan total akibat aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Aksi tersebut berlangsung di ujung Jembatan Sabang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Senin (12/1/2026).

Aksi unjuk rasa ini menyebabkan kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas dari kedua arah. Antrean kendaraan mengular cukup panjang sehingga aktivitas transportasi dan mobilitas warga terhenti sementara.

Aliansi Mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Mereka menilai pemekaran daerah merupakan langkah strategis agar wilayah Tana Luwu dapat mengelola potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara mandiri demi percepatan pembangunan.

Jenderal Lapangan aksi, Tandi Bali, menyatakan bahwa Luwu Raya memiliki kelayakan yang cukup untuk berdiri sebagai provinsi sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan hak konstitusional masyarakat Tana Luwu.

“Tana Luwu adalah Wanua Mappatuo Naewai Alena, tanah yang mampu menghidupi dan berdiri di atas kakinya sendiri. Kami hanya menuntut hak konstitusional kami,” ujar Tandi Bali di sela-sela aksi.

Ia juga menilai selama ini wilayah Luwu Raya kurang mendapatkan perhatian pembangunan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, meskipun daerah tersebut memberikan kontribusi besar melalui sektor sumber daya alam.

Aksi demonstrasi ini, lanjut Tandi, ditujukan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar serius menindaklanjuti aspirasi rakyat terkait pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi aksi masih lumpuh total. Aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.

Aliansi Mahasiswa menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa berlangsung hingga pukul 17.00 WITA dan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan puncak aksi dijadwalkan pada 23 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Luwu sekaligus Hari Perlawanan Rakyat Luwu. (Kaisar)

You may also like