Jadi Percontohan di Kota Blitar, SPPG YASB Sananwetan Bangun IPAL Sesuai SOP BGN

by Ardin
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, terus melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur sebagai bentuk komitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, SPPG YASB Sananwetan telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah pembaruan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh sarana dan prasarana dapur MBG agar seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan hingga pembuangan limbah, berjalan aman, higienis, dan ramah lingkungan.

Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi standar pemerintah, mulai dari BPOM, HACCP, hingga Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS), guna mendukung program gizi nasional secara berkelanjutan.

Kepala SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, menjelaskan bahwa pembaruan sistem IPAL dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi dan teguran dari BGN Pusat. Menurutnya, IPAL lama kini telah diperbaiki sekaligus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern dan berkapasitas besar.

“Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan teguran dari BGN Pusat terkait IPAL. Sekarang sudah kami perbaiki dan perbarui dengan sistem yang paling modern, dengan kapasitas lebih dari 5.000 liter,” ujar Ahmad Habibi.

Ia menegaskan, kualitas air hasil olahan IPAL tersebut telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Bahkan, air pada kolam penampungan terakhir dipastikan tidak berbau dan aman bagi lingkungan.

“Air yang keluar dari IPAL ini sudah benar-benar bersih. Bahkan kalau kolam terakhir diisi ikan, ikannya bisa hidup. Kalau tangan dimasukkan ke kolam penampungan terakhir lalu diangkat, sudah tidak bau sama sekali,” jelasnya.

Menurut Habibi, sistem IPAL menjadi salah satu standar wajib yang ditetapkan oleh BGN bagi seluruh dapur penyedia MBG. Prinsip utamanya adalah memastikan air limbah yang dialirkan ke sungai atau lingkungan sekitar tidak mencemari alam.

“Bahasa kasarnya, ikan dimasukkan tetap hidup. Artinya tidak ada pencemaran. Ketika nanti dicek dan air mengalir ke sungai atau ke mana pun, lingkungan tetap aman dan tidak tercemar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habibi menyampaikan bahwa SPPG YASB Sananwetan juga telah mengantongi sertifikat SLHS. Dengan terbitnya sertifikat tersebut, ia memastikan seluruh aspek sanitasi, termasuk IPAL, telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, SLHS SPPG Sananwetan juga sudah keluar. Artinya, untuk persoalan IPAL dan sanitasi sudah terpenuhi semuanya,” pungkasnya.

Dengan berbagai peningkatan tersebut, SPPG YASB Sananwetan diharapkan dapat menjadi contoh bagi SPPG-SPPG lain di Kota Blitar. Standar tinggi yang diterapkan di Sananwetan dinilai penting agar kualitas makanan dari Program MBG di Bumi Bung Karno benar-benar layak konsumsi, aman, higienis, serta sesuai dengan standar nasional.

Melalui peningkatan kualitas dapur dan pengolahan limbah yang modern, SPPG YASB Sananwetan optimistis dapat berkontribusi maksimal dalam mendukung keberhasilan Program MBG sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Zan)

You may also like