​Kabupaten Malang Surplus 80 Ribu Ton Padi, Bupati Sanusi Bidik Target 12 Ton per Hektare

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, MALANG – Kabupaten Malang kembali mempertegas posisinya sebagai lumbung pangan di Jawa Timur. Dalam kegiatan panen perdana dan tanam padi unggul di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Rabu (7/1), Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengungkapkan capaian luar biasa sektor pertanian daerah yang berhasil mencatatkan surplus produksi padi hingga 80 ribu ton pada awal tahun 2026 ini.

Data Dinas Pertanian menunjukkan bahwa total pasokan padi saat ini menyentuh angka 480 ribu ton, jauh melampaui tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Malang yang berada di angka 400 ribu ton. Kendati sudah berada di posisi aman, Bupati Sanusi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti melakukan inovasi, terutama dalam meningkatkan kualitas bibit dan teknik tanam.

“Dapat dikatakan bahwa pasokan padi sampai hari ini sekitar 480 ribu ton, dan yang untuk dikonsumsi sekitar 400 ribu ton sehingga ada surplus 80 ribu ton,” ujar Bupati Sanusi di sela-sela kegiatannya bersama para petani.

Strategi utama yang diusung Pemkab Malang adalah mendorong kenaikan hasil panen dari rata-rata 7-8 ton menjadi 12 ton per hektare. Melalui kolaborasi dengan organisasi seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar lahan baku seluas 43 ribu hektar yang tersedia dapat dikelola secara maksimal.

“Pemkab tidak ada hentinya memberikan dukungan, bahkan berbagi ilmu agar mendapat kualitas yang bagus, lalu bisa berdampak pada kenaikan panen sekitar 40 persen dengan keluasan lahan baku yang masih terjaga seluas 43 ribu hektar di Kabupaten Malang,” jelas Sanusi lebih lanjut.

Inovasi konkret di lapangan ditunjukkan oleh DPC HKTI Kabupaten Malang yang memperkenalkan varietas padi organik terbaru. Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, menjelaskan bahwa bibit yang tengah mereka kembangkan memiliki potensi produktivitas dua kali lipat dibandingkan padi pada umumnya.

“Estimasi panen padi ini sekitar 12 ton. Umumnya per batang padi menghasilkan 250 butir, yang kami kembangkan ini per batang padinya bisa capai 500 butir,” ungkap Makhrus dengan optimis.

Meskipun varietas baru ini belum diberi nama secara resmi seperti varietas Sukma dan Kasima milik Dinas Pertanian, Makhrus menjamin keunggulan dari sisi kualitas kesehatan. Padi ini dikembangkan dengan metode organik yang murni sehingga lebih ramah lingkungan dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

“Ada yang sudah dikembangkan Dinas Pertanian dengan produk Sukma dan Kasima, sedangkan yang kita kembangkan ini belum ada namanya. Namun, padi organik ini memiliki keunggulan bebas dari residu dan terhindar dari pestisida, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (Yanti)

You may also like