BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Peta politik dan perjuangan pemekaran wilayah di Sulawesi Selatan memanas. Secara mengejutkan, Bupati Luwu Utara turun langsung ke tengah massa aksi dalam unjuk rasa besar-besaran yang digelar di perbatasan Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, Desa Bungadidi, Senin (5/1/2026).
Mengenakan pakaian dinas, orang nomor satu di Luwu Utara ini berdiri di hadapan ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Luwu Raya. Kehadirannya bukan untuk meredam aksi, melainkan memberikan dukungan penuh atas tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Dalam orasi yang membakar semangat, Bupati menegaskan bahwa pemekaran bukan sekadar keinginan politik, melainkan kebutuhan mendesak demi kesejahteraan rakyat Tana Luwu.
“Pemekaran Provinsi Luwu Raya adalah aspirasi yang sudah lama mengakar. Ini adalah jalan konstitusional kita untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat,” tegas Bupati di atas mobil komando.
Bupati juga menekankan pentingnya persatuan lintas elemen mulai dari mahasiswa, tokoh adat, hingga pemerintah daerah untuk memastikan suara Tana Luwu didengar oleh Pemerintah Pusat.
Poin Penting dalam Orasi Bupati, diantaranya Percepatan Pembangunan: Provinsi baru dianggap solusi atas ketimpangan infrastruktur. Kesejahteraan Rakyat: Mendorong kemandirian ekonomi wilayah Tana Luwu. Dan Perjuangan Konstitusional dengan Menekankan agar gerakan tetap tertib, damai, dan sesuai hukum.
Aksi ini membawa massa dalam jumlah besar. Kehadiran puluhan ibu-ibu dan ratusan mahasiswa sempat membuat Jalan Poros Trans Sulawesi lumpuh total. Meski menyebabkan kemacetan panjang, aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
Keterlibatan langsung Bupati dalam aksi demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat bahwa komitmen pemekaran telah menjadi harga mati bagi pemerintah daerah dan masyarakat Tana Luwu. Massa aksi berjanji akan terus melakukan konsolidasi hingga “ketukan palu” di Jakarta memberikan kepastian bagi terbentuknya Provinsi Luwu Raya. (Kaisar)