BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Langkah awal Persibara Banjarnegara di Liga 4 Jawa Tengah Group F tidak berjalan sesuai rencana. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Soemitro Kolopaking, Minggu (3/1/2026), tim berjuluk Laskar Dipayudha ini harus puas berbagi angka 1-1 melawan tamunya, Persikama Kabupaten Magelang.
Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi ini diwarnai oleh drama gol bunuh diri cepat, eksekusi penalti, hingga lima kartu kuning yang dikeluarkan wasit.
Laga baru berjalan tiga menit saat publik tuan rumah terbungkam. Kurangnya koordinasi di lini belakang Persibara memaksa I Nyoman Adi Parwa melakukan kesalahan fatal. Niat menghalau bola justru berujung gol bunuh diri yang membuat Persikama unggul cepat 1-0.
Terpacu dengan gol cepat tersebut, Persibara mencoba bangkit. Selama 15 menit pertama babak pertama, anak asuh Agus Riyanto praktis mengurung pertahanan lawan.
Serangan dibangun melalui sektor sayap, namun kokohnya tembok pertahanan Persikama yang dikomandoi oleh kapten Kindi Rizal Fahrudin membuat peluang-peluang tuan rumah mentah di tengah jalan.
Meski dominan, Persibara kerap melakukan kesalahan mendasar. Passing yang tidak akurat dan buruknya penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Upaya keras Persibara baru membuahkan hasil tepat sebelum turun minum. Pada menit ke-45, sebuah akselerasi pemain nomor punggung 24 di kotak penalti dihentikan paksa oleh bek lawan. Wasit langsung menunjuk titik putih.
Eksekusi penalti dilakukan dengan tenang oleh Irvan Darma Saputra, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung kian keras. Wasit terpaksa merogoh saku sebanyak lima kali untuk memberikan kartu kuning-tiga untuk Persibara dan dua untuk Persikama.
Kedua tim sempat mendapatkan peluang melalui skema tendangan bebas, namun kegemilangan kiper kedua tim serta akurasi yang masih melenceng membuat skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Menyikapi hasil pertandingan tersebut
Pelatih Persibara, Agus Riyanto mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
Menurutnya, mental bertanding di laga perdana masih menjadi beban bagi para pemainnya.
“Jelas kita sangat kecewa tidak bisa mengambil poin penuh di kandang. Pertandingan pertama memang berat karena butuh mental kuat. Banyak yang harus diperbaiki, passing salah, pressing terlambat, dan kerja sama tim masih lemah. Kami akan evaluasi total untuk laga berikutnya,” tegasnya.
Senada dengan pelatih, pemain Persibara, Nathael Yoga Setiawan mengakui adanya tekanan mental bermain sebagai tuan rumah.
“Kami bersyukur puji Tuhan atas hasilnya meski belum maksimal. Kami akan terus berbenah agar lebih solid. Tekanan penonton itu risiko pemain, kami akan lawan dengan mental yang lebih kuat di laga selanjutnya, ” katanya.
Sementara Pelatih Persikama, Ixsan Fajar Pranoto mengaku jika sebenarnya mengincar kemenangan penuh di Banjarnegara.
“Kami incar tiga poin, tapi hasil satu poin ini tetap kami syukuri. Lapangan yang agak licin membuat lini depan kami kesulitan kontrol bola. Atmosfer penonton di sini luar biasa, tapi kami akan perbaiki penyelesaian akhir kami,” ungkap Ixsan.
Hasil imbang ini menjadi alarm bagi Persibara. Pasalnya, pada laga selanjutnya tanggal 7 Januari 2026, mereka harus melakoni laga away berat melawan Persik Kendal. Persik Kendal sendiri sedang dalam tren positif setelah berhasil mencuri kemenangan 0-1 di kandang Persak Kebumen pada hari yang sama.
Persibara hanya memiliki waktu tiga hari untuk membenahi koordinasi dan akurasi jika ingin mencuri poin di Kendal.
(dia/nto)