Bupati Sinjai Ratnawati Ajak Petani dan Pengusaha Bersatu Bangun Ekosistem Kopi Berkelanjutan

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mentransformasi sektor pertanian rakyat.

Fokus utama kini diarahkan pada peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui strategi hilirisasi dan penguatan rantai nilai, dengan menargetkan kopi sebagai komoditas ikonik unggulan daerah.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Ratnawati saat menghadiri kegiatan Adopsi Teknologi Pengembangan Hortikultura di Amaly Farm, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Sabtu (29/11/2025).

Bupati Ratnawati menekankan bahwa sudah saatnya petani di Sinjai tidak lagi hanya berperan sebagai pelaku produksi.

“Sudah saatnya petani tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga bagian dari rantai nilai yang utuh mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Bupati.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Sinjai berencana menghadirkan hilirisasi produksi yang akan menjamin kemandirian petani. Ini adalah langkah strategis jangka panjang yang bertujuan membangun ketahanan produksi yang berkelanjutan.

Di hadapan ratusan penyuluh dan kelompok tani, optimisme tertinggi diletakkan pada komoditas kopi. Bupati Ratnawati dengan bangga mengumumkan keberhasilan Pemkab dalam mengamankan dukungan signifikan dari pemerintah pusat.

“Ketika ditanya komoditas unggulan apa yang ingin kami dorong, saya memilih buah-buahan dan kopi. Kini, dengan dukungan pusat, kita punya peluang besar untuk menjadikan kopi Sinjai sebagai kebanggaan daerah,” jelasnya.

Sebagai bukti nyata, pemerintah telah berhasil mengamankan bantuan 400 hektare bibit kopi dari Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari program pengembangan komoditas strategis. Langkah ini dipandang sebagai modal besar untuk mendongkrak citra dan ekonomi pertanian di Sinjai.

Untuk mencapai ekosistem pertanian yang tangguh, Bupati Ratnawati menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menekankan bahwa pembangunan pertanian yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan: petani, pelaku usaha, hingga pemerintah. Diharapkan langkah-langkah strategis ini akan meningkatkan produktivitas, tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas produk pertanian Sinjai.

Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi regional, turut dihadiri oleh Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf, yang juga merupakan pemilik Amaly Farm, serta jajaran pejabat Pemkab Sinjai di sektor ekonomi dan pertanian. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini memperkuat sinyal komitmen pemerintah daerah untuk memajukan kesejahteraan petani melalui adopsi teknologi dan kebijakan yang pro-hilirisasi. (Ads)

You may also like