Meringis Kesakitan, Maling Ini Tegur Rekannya Bilang, ‘Bukan Saya Tembok Bro’

MAKASSAR, BB — Tedengar suara lelaki meringis kesakitan, tampak dua orang tersangka maling modus pecah kaca itu masing-masing bernama Hariman alias Emon (44) warga Jalan Poros Makassar Maros, Hamran (27) warga Jalan Veteran Utara marahan saat tersangka Hamran menyandarkan tubuhnya ke tubuh Emon lantaran kakinya kesakitan.

Emon yang juga kesakitan langsung menegur Hamran untuk tidak menyandarkan tubuhnya. Emon lalu berujar.
“Saya ini bukan tembok bro dibikin sandaran sama-samajiki sakit,” Emon menegur dengan nada kental Makassarnya.

Anggota Timsus Polda Sulsel menghampirinya. Selanjutnya kedua tersangka digiring ke Polsek Rappocini pada Minggu (10/2/2019) untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB mengatakan, dua orang tersangka maling modus pecah kaca dilumpuhkan lantaran mengabaikan tiga kali tembakan ke udara saat diminta menghentikan langkahnya.

“Ketika keduanya digiring dalam pengembangan muncul akal bulus keduanya, Mereka ambil langkah seribu. Tapi kami melakukan upaya persuasif dengan melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Namun kedua tersangka mengabaikannnya. Kami tidak ingin sampai buruan kami lepas begitu saja, sehingga kami menghentikan langkah kakinya setelah empat butir peluru kembali kami lepaskan, keduanya pun jatuh tersungkur, selanjutnya kami mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis,” jelas Ipda Artenius, Senin (11/2/2019)

Dalam catatan hitam tersangka terigistrasi di Polsek Rappocini dengan Nomor laporan Polisi LP / 117 / II / 2019 / Polrestabes Makassar / Sek Rappocini pada tanggal 4 Februari 2019, dan STPL / 129 / II / 2019 / Polrestabes Makassar / Sek Rappocini pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2019.

“Dari dua laporan itulah kami turun melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan di ketahui identitas serta keberadaan tersangka sehingga kami bersama Polsek Rappocini bergerak cepat melakukan penangkapan di sebuah rumah di jalan Poos Banti Murung. Tanpa perlawanan tersangka Hamran berhasil kami bekuk. Dari hasil introgasi Hamran mengaku telah melakukan pencurian di wilayah Rappocini. Dia juga menyebutkan rekannya yang menemaninya tinggal di kos-kosan di Desa Bulu-bulu Jalan Poros Makassar Maros, Kabupaten Maros,” terang Ipda Artenius.

Dia melanjutkan bahwa Tim gabungan hari itu juga bergerak kelokasi menggiring Harman dalam pengembangan. Hanya saja saat penangkapan berlangsung terhadap rekannya yakni Hariman ia sempat menolak untuk digelandang lantaran dirinya mengaku bukan Hariman.

“Tersangka menolak untuk digelandang. Dia mengaku jika bukan bernama Hariman. Tapi rekannya memanggilnya Emon nama samarannya sehingga Hariman tak bisa berkutik lagi. Apalagi melihat rekannya dengan tangan terborgol hingga akhirnya Hariman alias Emon pasrah diri. Dia kemudian kami gelandang ke Posko Timsus Polda Sulsel. Dari penangkapan keduanya kami amankan barang bukti berupa dua buah tas berisi laptop, satu buah tas ransel, enam buah tas perempuan, satu unit hp merk Samsung warna putih, satu unit Samsung tab android warna putih dan satu unit hp merk Samsung android warna pink,” rinci Ipda Artenius.

Adapun enam titik lokasi didalangi kedua tersangka saat beraksi tambah Ipda Artenius, keduanya menyebutkan bahwa mereka beraksi dua kali di SPBU Jalan Rappocini Raya, Selanjutnya di Jalan Cumi-cumi, Jalan Hertasning, Jalan Sungai Saddang tepatnya di samping Masjid SPBU, kemudian di Jalan Pelita Raya dan terakhir antara Jalan Pelita dan Jalan Sungai Saddang.

Penulis : Irfan Nk
Editor : Arjuna sakti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here